Helm nya (mungkin) Menyumbat Telinga

Gwa gak tau kenapa tiba-tiba random untuk mencurahkan cerita ini di sini.

Jaman kuliah dulu gw pernah janjian sama temen gwa namanya Pio, cowok sangat cuek dan jauh dari sifat rempong dan bokis. Gwa janjian sama dia buat ke ulang tahun temen gwa si Padiye. Kita janjian untuk ketemu di Pondok Indah Mall (alias PIM) siang agak sore gitu. Sambil nunggu gwa jalan-jalan dan tetap memonitor keberadaan sobat gwa si Pio (Eeeerrr sobat bukan ya? Gwa bilang sobat, dia bilang Unyu. Serah lu deh, SONYU!). Gwa tau dia ga bakalan boong untuk nunjukin lokasi dia berada, tapi gwa kawatir dia ketiduran ajah makanya selalu gwa monitor.

Beberapa jam berlalu gwa mulai GELIKA – Gelisah dan Murka. Kok ni bocah lama bet! Terakhir gwa monitor dia udah on the way naik kendaraan dewa favorit dia (ojek-red). Secara rumahnya di Pejaten, kalo ke PIM paling ga nyampe sejam. Tapi ini udah berlebihan.

Gak lama firasat gwa terjawab, sms dari Pio di atas motor ojek yang kurang lebih:

Cong, sori gwa telat. Ojek gwa salah. Gwa bilang ke PIM tapi dia bawa gwa ke TIM.

Terjawablah sudah. Mungkin memang bukan salah si tukang ojek, mungkin memang si Pio yang kurang mempertegas huruf paling depan. Dan mungkin bukan salah Pio kalo memang si tukang ojek merasa dia lebih cocok nonton rasi bintang di Planetarium ketimbang begaul di mall.

Advertisements

About ikyuikyu

words are not enough to describe
This entry was posted in Ceritanya Cerita Orang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s